Kamis, 01 Oktober 2020

Mengenal sedikit Toko Buku Gramedia yang menjadi tujuan utama para book hunter

toko buku gramedia mempunyai konsep yang modern

 Gramedia merupakan salah satu perusahaan Indonesia. Gramedia memiliki anak perusahaan yang bergerak dibidang penyaluran buku. Gramedia sebenarnya merupakan sebuah perusahaan yang memiliki banyak anak perusahaan, seperti Gramedia Kompas TV, Kompas Gramedia Network, dan lainnya. Yang terkenal dari Gramedia adalah toko buku ataupun penyaluran buku-buku yang bisaa dibilang penyalur terbesar di Indonesia. Bahkan telah membuka penyaluran hingga ke Malaysia.

Serbaa Serbi Gramedia

Gramedia berdiri pada tanggal 2 Februari 1970. Awalnya gramedia hanya toko dengan bangunan kecil berukuran 25 meter persegi. Toko ini awaalnya di bangun di daerah Jakarta Barat. Tercatat pada pada tahun 2002 toko buku ini berkembang dengan sangat pesat. Bahkan toko ini memiliki 50 toko cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain menyediakan buku-buku, toko ini juga menyediakan berbagai alat tulis, perlengkapan kantor, alat olahraga, daan masih banyak lagi lainnya.

Penerbit ini telah banyak bekerjasama dengan penerbit-penerbit buku baik dari dalam maupun luar negeri. Gramedia memiliki pemasok bukunya sendiri dari dalam perusahaannya sendiri. Salah satunya yakni Gramedia Pustaka Utama, Elex Media Komputindo, Gramedia Widya Sarana, Bhuana Ilmu Populer, dan Gramedia Majalah. Sedangkan untuk pemasok dari luar negeri Gramedia bekerjasama dengan Prantice Hall, McGraw Hill, Addison Wesley, dan masih banyak lagi.

Sejarah Gramedia

Sejarah gramedia bermula sejak 2 Februari 1970. Pada awalnya gerai ini dibawah tanggung jawab Ojong di samping kiprah keduanya dalam menangani majalah intisari dan harian kompas. Keseriusan kedua pendirinya dalam mengelola gerai ini akhirnya berdampak besar bagi Gramedia. Membuatnya tumbuh menjadi semakin besar.

Sepeninggal Petrus  kanisius Ojong pada tahun 1980, Jakop Oetomo sempat mengalami kesulita menaangani Pt. Gramedia. Pasalnya Jakop Oetomo merupakan mantan wartawan ini mengaku bahwa dirinya tak tahu menahu mengenai dunia pebisnis dan managemen. Namun, lagi-lagi keinginan dan semangatnya yang tinggi membuatnya ingin terus berusaha. Ia tetap berupaya untuk belajar menggali kemampuan wirausahanya, seperti yang telah dilakukan oleh Ojong.

Kini, Gramedia terus mengembangkan sayapnya. Tak hanya dalam penjualan buku, namun juga semakin menberi variasi produknya seperti penjualan beragam aksesoris yang berhubungan dengan dunia pendidikan. Seperti alat sekolah, alat kantor, olahraga, dan lainnya. Ini merupakan salah satu bukti provesionalismme Gramedia dalam memberikan pelayanaan yang baik bagi para konsumennya. Meskipun toko buku Gramedia sudah berkembang pesat dan memiliki puluhan gerai di seluruh Indonesia, pria kelahiran Borobudur, Mangelang 27 September 1931 ini hanya menuturkan bahwa pencapaian tersebut terbilang lumayan. Pria yang telah banyak berkontribusi di dunia jurnalistik atau pers dan media ini memang dikenal sebagai sosok yang rendah hati.

Gramedia menjadi rujukan utama bagi para pencari buku, dan hal-hal yang berkaitan dengan dunia pendidikan. Tak jarang sekolah yang memberikan rujukan ke toko ini kepada para siswanya yang ingin membeli buku materi yang dibutuhkan. Dan bisa dibilang Gramedia juga menjadi tempat rekreasi nagi anak-anak, remaja, bahkan dewasa. Mungkin karena kenyamanan yang diberikan pihak perusahaan yang membuat tokonya semakin nyaman sehingga membuat konsumen betah berlama-lama di sana.

Hingga saat ini, Gramedia dikenal sebagai toko buku terbesar di Indonesia dan tetap menjaga visinya semula untuk meningkatkan pendidikan masyarakat Indonesia lewat buku. Kehadiran Gramedia kiranya tak hanya sekedar bisnis atau peluang usaha belaka, namun sebagai wadah dalam ‘membuka jendela dunia’ lewat buku.

0 komentar:

Posting Komentar